Popular posts

Tampilkan postingan dengan label Picture Of Reflection. Tampilkan semua postingan

Two Polar Heart

08 Oktober 2015
Posted by Ave Ry

And what else should I say? My heart froze and my mind already murky. I do not want to hate but this situation makes me shackled. I'm tired of being in the circle that is I hate long ago.

If the word 'if' is allowed, but I should not say 'if'. Only to God I will invoke the sacred heart, a lack of trust and bound soul

"I do not want to hate, then reassure my soul, by putting Your hand on any matters of my life"


Sabar itu menuntut sepenuh waktu, sebanyak pikiran, sebesar usaha & semurni keikhlasan.. Karena pahala yang dijanjikan lebih dari yang di-inderakan

Perahu Kehidupan


Apakah karena hujan perahu tak melaju?
Apakah karena gelap hingga tak melangkah?
Apakah langit meruntuh maka manfaat tak lagi dibuat?
Apakah DIA tiada kemudian tak percaya?

Persiapkanlah kayuh karena sebentar kemudian langit kan cerah
Mulailah melangkah karena setelah gelap malam, terang siang kan menjelang
Berbuatlah, langitmu masih tegak
Dan meskipun kau tak percaya, DIA selalu ada



Grow Up!

03 Februari 2014
Posted by Ave Ry

Kau tahu apa yang disebut dewasa itu?

Artinya melihat bukan sekadar dengan mata tapi juga dengan kepala dan hati

Artinya bukan hanya melihat diri sendiri tapi juga memaksimalkan kepekaan diri

Hidup ini bukan melulu tentang kita, tapi juga tentang mereka

Ketika kita melihat air tidak mengalir, tidaklah cukup mengatakannya tidak mengalir

Pikirkanlah mengapa ia berhenti, dan rasakanlah dengan hati lalu kita akan mengetahui bukan hanya sebab tapi solusi

Jika saja menjadi dewasa hanya bertumbuhnya fisik, maka  seekor kelinci tidak akan lebih baik dari kita

Sikap bijaksanalah dan tidak bersikap egois memikirkan kepentingan sendiri yang membuat pertumbuhan kita bernilai

I was never be, I never want to
If I could choose, I wanna stay young forever
If I could choose, I wanna as perfect as possible
But I never get choice, the life took me
As I’m...

Year Of Hope


Dear diary,

I’m not a Jew who hates the number of ‘13’, not even a Chinese who believes the unlucky number of ‘13’. But I do, I don’t like the number of ‘13’. And it is, 2013 the year of grief.

Terlalu banyak memory buruk disana, terlalu banyak airmata. Mendesakku ke ujung titik kulminasi dimana hampir-hampir kesedihan itu membuatku gila. Tahun yang mengoyak isi perutku dan menjungkir balikkan kepalaku. Sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam benak, kehilangan ibu.
Bagi yang sudah pernah mengalami, maka kau tahu seperti apa rasanya. Tapi bagi yang belum mengalami maka kau tidak akan pernah dapat membayangkannya
Dan peristiwa yang mengiringi akhir tahun 2013 semakin menumpuk, salah satunya kehilangan pekerjaan.

Namun terlarut dalam kesedihan bukanlah akhlaq yang baik. Aku teringat satu ayat selurut umat,

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,

 إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)
Dalam ayat di atas, digunakan kata ma’a, yang asalnya bermakna “bersama”. Artinya, “kemudahan akan selalu menyertai kesulitan”. Oleh karena itu, para ulama seringkali mendeskripsikan, “Seandainya kesulitan itu memasuki lubang binatang dhob (yang berlika-liku dan sempit), kemudahan akan turut serta memasuki lubang itu dan akan mengeluarkan kesulitan tersebut.” Padahal lubang binatang dhob begitu sempit dan sulit untuk dilewati karena berlika-liku (zig-zag). Namun kemudahan akan terus menemani kesulitan, walaupun di medan yang sesulit apapun.

Allah Ta’ala berfirman,

 سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7)

Ibnul Jauziy, Asy Syaukani dan ahli tafsir lainnya mengatakan, “Setelah kesempitan dan kesulitan, akan ada kemudahan dan kelapangan.” Ibnu Katsir mengatakan, ”Janji Allah itu pasti dan tidak mungkin Dia mengingkarinya.” Rasulullah bersabda, وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً “Bersama kesulitan, ada kemudahan.” Oleh karena itu, masihkah ada keraguan dengan janji Allah dan Rasul-Nya ini?

Nah, bukankah Allah Subhana wa Ta’ala sendiri sudah menjanjikan? Tepat di akhir Januari awal tahun 2014 ini aku diterima bekerja, bahkan ditempat dan lingkungan yang lebih baik. Aku akan dapat mendengar anak-anak manis seharian dan juga guru-guru yang bersahaja. And guess what? Satu hal yang membuat dada ini berdegup penuh semangat dengan senyum menghias. Buku pertamaku akan segera terbit! Subahanallah… Awal tahun yang penuh harapan

Hang On!

21 Oktober 2013
Posted by Ave Ry

“Let the rain fall, so the leaves grow…”

Menapaki satu tangga titian, terasa berat dan melelahkan. Semakin lama angin mengguncang kian badai terpaan, menghampir tak berkesudahan. “Aku lelah…” Baru saja kalimat itu terucap, dan seperti biasa… DIA melagukan semilir kelembutan nasihat. "Hang On!" turbulensi udara memastikan pendaratan dalam jarak berdekatan.

Ujian dan cobaan dalam kehidupan sejatinya bukan untuk mengukur kekuatan dirimu tetapi untuk mengukur kekuatan kepasrahan, tawakkal dan kesungguhanmu memohon pertolongan dari Allah Azza Wa Jalla. 

Seseorang bertanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah :

"Wahai Imam, kapankah kita bisa benar-benar istirahat ?"

Maka beliau rahimahullah menjawab :

 عند أول قدم تضعها في الجنة

"SAAT KAKI KITA PERTAMA KALI MELANGKAH KE DALAM JANNAH"

Aku merunduk malu, mana boleh aku lelah menyerah? Sedangkan di belahan bumi-Nya ribuan tangan terangkat berdoa dalam desingan peluru, hamparan jenazah dan kehausan mencekat.

Wahai diri… merasa malu lah. Tegarkan diri, bangunkan jiwa. Mengapakah kau jadi resah menggelisah? Padahal Rabb-mu sedang menaikkan derajat dan menambah karunia!

Tutuplah mata dari kezhaliman orang-orang yang tidak tahu, usah menghiraukan mereka. Kebaikanlah yang kau ambil, buang buruknya.

Bertenanglah, “Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu”

Cukupkan…

“Laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha”

Lapangkan…

“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi,”

Serahkan…

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." 
Al Baqarah : 286

Feel Sorry

09 September 2013
Posted by Ave Ry

Did not know you did not mean I do not sympathize, precisely because I did not know you felt that you were my brother 

“I feel sorry for you…”, bukan, kalimat ini bukan bermakna negative namun justru mengandung simpati. Tidak mengerti, whether It’s only my own personal feelings or not, too mellow! Tapi sungguh melihat mereka berjalan lesu dihadapanku dengan senyum segaris membuat perasaanku tak enak.

Ah, mengapa pula aku menjadi orang yang selalu merasa tidak enak?! Atasan sedang merasa tidak enak, akupun ikut-ikutan tidak enak hati jadi melakukan sesuatu dengan tidak enak. Rekan kerja dalam keadaan tidak enak membuat hati ini tidak enak juga…

Entah ada untungnya atau tidak menjadi orang yang kerap merasa tidak enak. Yang kurasakan pastinya tidak enak! Tapi sulit untuk tidak merasa begitu. Pernah suatu malam penjaja sate lewat depan rumah dan menawarkan satenya, lalu kujawab “Maaf mang, nggak dulu”, si tukang sate berjalan lesu. Setelah si tukang sate menjauh aku merutuki diri sendiri, ‘Apa susahnya sih Ry beli sate abang itu? Paling Cuma seharga 20 ribu aja’.

Dan seketika perasaanku semakin tidak enak. ‘Apa jualannya hari laku? Kalau tidak laku bagaimana? Kalau dia punya anak istri yang butuh diberi makan bagaimana? Kalau ada apakah cukup? Dan kalau malam ini hujan bagaimana? Nanti kan tukang sate bisa kehujanan, kalau kehujanan dia bisa sakit…’.

La haula wa la quwwata ila billah… Bisa berjam-jam aku memikirkan keadaan tukang sate! Dan untuk menutupi rasa ‘berdosa’ aku hanya mampu melantunkan doa, “Ya Rabbi semoga malam ini jualan si abang sate laku…”

Ya, hanya itu…

Dan sekarang ketika berada ditempat kerja yang kerap mengurusi tenaga kerja, masuk dan berhentinya. Bertambahlah rasa tidak enak itu. Melihat bapak-bapak yang di OFF, diputus masa kontrak kerjanya. Datang ke kantor, menunggu berjam dan setelah penantian hanya mendengar kabar bahwa tenaganya untuk sekarang ini belum dibutuhkan.

Dunia, silih berganti pekerjanya, kau harus berhenti untuk memulai, dan kau harus memulai untuk kemudian berhenti. 

Maka hanya mereka yang menggantungkan penghidupan ini pada Rabb Semesta yang takkan pernah kecewa, karena janji-Nya pasti, pasti akan terlaksana...

 وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا , وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ 

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” 
 (QS. Ath Tholaq: 2-3)

 وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا 

“Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).”
 (QS. Al Jin: 16)